22 September 2008

Tips Berkemas saat Mudik

Sebelum anda memulai Perjalanan Panjang pada saat mudik, ada baiknya menyimak beberapa tips berikut ini :


  • Buatlah daftar barang-barang yang akan dibawa dan prioritaskan barang penting yang dibutuhkan terlebih dahulu
  • Bawalah pakaian secukupnya
  • Pakaian yang tidak mudah kusut dikemas dengan cara digulung untuk menghemat tempat dan bawa perlengkapan mandi dan kosmetik dalam ukuran mini didalam plastik agar tidak tumpah.
  • Barang berat seperti sepatu diletakkan dibagian bawah tas, sedangkan barang yang mudah pecah diletakkan disela-sela permukaan yang lembut.
  • Sebaiknya tas atau kopor ditata berdasarkan kepentingan penggunaannya. Letakkan kopor berisi barang yang diperlukan saat darurat di tempat yang paling mudah dijangkau.
  • Letakkan tas berisi kebutuhan pribadi seperti obat-obatan di dekat anda.
  • Perhatikan daya angkut maksimal kendaraan anda.

Sumber : Koran tempo



Read more.....

Waspada tanjakan ke Gunungkidul

Bagi anda yang akan mudik menuju Kabupaten Gunungkidul, wajib waspada karena jalan ini menjadi etape yang berbahaya bagi pemudik yang menggunakan kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Hal ini dikarenakan ada perbaikan jalan, tikungan dan tanjakan yang tajam.


Yogyakarta--Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional Dinas Perhubungan DI Yogyakarta, Sugiyanto, mengatakan jalan dari arah Yogyakarta menuju Kabupaten Gunungkidul, selain sering ada tanjakan, banyak tikungan yang sangat berbahaya. Untuk itu pihak Dinas Perhubungan Propinsi menyediakan rambu-rambu darurat yang bisa dipindah-pindahkan.

Setidaknya ada sembilan titik jalur lalu lintas sepanjang jalan Yogyakarta menuju kabupaten Gunungkidul yang rawan kecelakaan. Kondisi jalannya berkelok-kelok dan sisi kiri dan kanan banyak terdapat jurang. Di antara titik rawan tersebut adalah jalan di Slumprit, Kali Pentung, Putat, Watu Ondo semuanya di Kecamatan Patuk. Selain itu beberapa tikungan di Tleseh, kecamatan Playen.

Kapolres Gunungkidul, Ajun Komisaris Besar Sudarmanto, menjelaskan, sebanyak 600 personil polisi diterjunkan untuk mengamankan jalur lalu lintas selama puasa dan lebaran, terutama untuk arus mudik maupun arus balik.

Menurut Sudarmanto, pihaknya akan menyiapkan sejumlah mobil derek untuk mengantisipasi adanya mobil yang mogok di tengah jalan, maupun untuk menderek mobil yang mengalami musibah kecelakaan. “Kita menghimbau kepada pengguna jalan untuk berhati-hati kalau melewati jalan raya di kabupaten Gunungkidul. Kondisi jalan yang berkelok-kelok membahayakan pengguna jalan,” kata dia.

Untuk memperlancar arus lalu lintas, jalur alternatif juga sudah disiapkan. Untuk pengguna jalan dari arah Yogyakarta menuju Wonogiri disarankan untuk melalui jalur alternatif, yaitu dari Sambipitu-Nglipar-Ngawen-Semin.



Sumber : Tempointeraktif.com

#TIE#

Read more.....

TITIK KRITIS DI PELABUHAN BAKAUHENI

titik kritis pelayanan arus mudik dan balik Lebaran di pintu gerbang Sumatera dari Jawa, adalah di Pelabuhan Bakauheni.


Demikian dikatakan Menteri Perhubungan (Menhub) Jusman Syafii Djamal. "Kalau melihat pemaparan Dinas Perhubungan Lampung, kesiapan sarana dan prasarana sudah baik untuk melayani pemudik, hanya Bakauheni yang menjadi titik kritis," kata dia, di Bandarlampung, Senin.

Terkait tidak adanya "tug boat" di Bakauheni, ia menjelaskan informasi dari Dirjen Perhubungan Darat, PT ASDP sudah menyewanya dan diletakkan di perairan Wilayah Pelabuhan Bakauheni.

Gubernur Lampung Syamsurya Ryacudu mengatakan persoalan penanganan arus mudik dan balik Lebaran selalu dilakukan setiap tahunnya."Kita tinggal belajar dari tahun-tahun sebelumnya, mana yang kurang tinggal dibenahi," kata dia.

Ia menjelaskan, kesiapannya sudah dirancang jauh hari, tetapi jika ada sesuatu kejadian, biasanya diluar tanggungjawab sebagai manusia seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca kurang mendukung. Syamsurya juga menyoroti di seputar Pelabuhan Bakauheni tidak tersedia "tug boat fire fighting" padahal keberadaannya sangat dibutuhkan, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. "Lebih baik kita mencegah, apalagi Pelabuhan Bakauheni sama posisinya dengan Merak. Jadi perlunya pengamanan di semua lini," kata dia.

Sementara itu, General Manajer PT Pelindo II Pelabuhan Panjang, Husein Latief menginformasikan bahwa di pelabuhan tersebut ada dua "tug boat". "Sewaktu-waktu bila diperlukan kami siap mengoperasikan ke daerah tujuan," katanya.




#TMIC 2008#

Read more.....

Awas Jalur Maut Purwodadi-Purwosari

Kepolisian Resor Pasuruan telah menambah 17 rambu lalu lintas di sepanjang jalur maut Purwodadi-Purwosari, kilometer 63-65 Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Jalur ini membentang mulai Markas Komando Rayon Militer Purwodadi sampai Masjid Kertasari, Purwosari.


Menurut Kepala Satuan Lalu Lintas Polres pasuruan, Ajun Komisaris Novian Widianto, di jalur maut itu sudah banyak rambu peringatan, seperti tanda jalan menurun atau menanjak. Kontur jalur maut yang menjadi penghubung utama Malang-Surabaya itu mempunyai kemiringan 45 derajat. Dari arah Malang, para pengendara acap tidak mengontrol kecepatan. Kendaraan besar seperti truk dan bus sopirnya suka memacu kendaraannya dalam kecepatan tinggi. Sedangkan kendaraan yang datang dari arah Surabaya biasanya melambatkan laju kendaraan. Bahkan, pada jalur menanjak sering terjadi kemacetan gara-gara truk besar penuh barang berjalan seperti siput. Kendaraan lain tak berani mendahuluinya.

Menurut Novian, kemiringan 45 derajat menjadi ciri khas Jalan Raya Purwodadi-Purwosari. Selain miring, di beberapa titik tidak rata atau sedikit bergelombang. Ia mencontohkan sepanjang jalan depan Kebun Raya Purwodadi ke arah Malang sampai depan subterminal Purwodadi yang berada di seberang Markas Kepolisian Sektor Purwodadi.

Kecelakaan di jalur maut itu sering terjadi pada malam, antara pukul 20.00 sampai subuh. Kecelakaan pada siang dan sore juga tak sedikit. Selain karena kondisi jalan yang kurang bagus, fasilitas penerangan di jalur itu minim. Banyak lampu jalan yang mati.

untuk diketahui saja, Angka kecelakaan di jalan sepanjang tiga kilometer itu sangat menonjol. Pada Januari-Agustus tahun ini terjadi 28 kecelakaan, dengan korban meninggal 17 orang, lima orang luka berat, dan 63 orang luka ringan.


Sumber : Tempointeraktif.com
#TIE#

Read more.....

Purwakarta Kerahkan 2000 Polisi

Kepolisian Wilayah Purwakarta mengerahkan 2.088 personilnya ke lapangan guna mengamankan masa mudik dan balik lebaran 2008


Purwakarta--Operasi pengamanan dengan nama sandi Ketupat Lodaya 2008 itu juga akan diperkuat oleh bantuan samping seperti TNI, dinas perhubungan, PMI, dinas kesehatan organisasi radio amatir, pramuka dan PMR. Semua personil akan mulai di tempatkan di pos-pos pengamanan mulai Selasa ini (23/9), demikian dikatakan Kepala Bagian Operasi Polwil Purwakarta, Ajun Komisaris Besar Jaja Abdul Rodjak.

Sejumlah pos pengamanan lebaran itu diantaranya akan berada di Polwil di kilometer 88 (pintu gerbang tol Cikopo), Polres Subang satu pos aju (posko utama di markas polres yang dimajukan) di Sadang, posko terdiri dari empat lokasi dan pos penjagaan dan pengaturan terdiri dari 26 lokasi. Di wilayah Polres Subang, satu posko aju yang terletak di Panorama Pamnukan, tujuh posko pengamanan dan 64 lokasi pos penjagaan dan pengaturan. Sedangkan posko aju Polres Karawang terletak di simpang Jomin, dibantu 13 posko pengamanan dan 41 pos penjagaan dan pengaturan.

Titik sentral pengamanan mudik lebaran di wilayah Polwil Purwakarta tetap berada di jalur utama Pantai Utara Karawang mulai dari Tanjung Pura sampai dengan Sewo Pusakanagara Subang sejauh 85 kilometer. hal ini dikarenakan arus dari Jakarta yang menggunakan kendaraan roda empat dan dua semuanya lewat jalur tersebut.

Jaja merinci, sejumlah lokasi yang menjadi titik simpul rawan kecelakaan dan kemacetan di jalur Pantura Karawang-Subang yakni di jalan pangkal perjuangan, jalur keluar masuk tol Karawang Barat, Pancawati dan Jatisari di Karawang. sedangkan yang ada di wilayah Subang berada di lokasi Patokbesi, Warung nangka dan Batangsari. Di jalur tengah lokasi rawan kecelakaan dan kemacetan itu berada di lokasi Cikopo, Sadang dan Cibatu di Purwakarta di Subang berada di lokasi Kalijati. Sedangkan dijalur selatan lokasi rawan kecelakaan dan kemacetan berada di Jalan cagak dan Tanjakan Emen, Subang dan Gunung Puteri serta Cibentar di Purwakarta.



Sumber : Tempointeraktif.com

#TIE#

Read more.....

21 September 2008

POLWIL PEKALONGAN SIAPKAN 18 JALUR "TIKUS"

Jajaran Kepolisian Wilayah (Polwil) Pekalongan, Jawa Tengah, telah menyiapkan 18 jalur "tikus" atau alternatif sebagai pengalihan arus mudik dan balik ketika di jalur pantura Brebes hingga Kabupaten Batang terjadi kemacetan.



Kapolwil Pekalongan, Kombes Polisi Dewa Bagus Made Suharya di Pekalongan, Sabtu, mengatakan, arus mudik kendaraan yang melalui jalur alternatif tersebut akan melewati beberapa ruas jalan yang tidak terlalu banyak mobilitas kendaraan sehingga kemacetan yang mungkin terjadi di pantura dapat secepat diatasi."Menjelang arus mudik Lebaran, kami pastikan jalur pantura akan semakin padat sehingga akan menimbulkan kerawanan kemacetan. Namun untuk mengatasi kondisi itu, kami telah siapkan beberapa jalur alternatif," katanya.

Sebanyak 18 jalur alternatif itu, yaitu tiga di Kabupaten Brebes, empat di Kota Tegal, tiga di Kabupaten Tegal, dua di Pemalang, satu di Kabupaten Pekalongan, empat di Kabupaten Batang, dan satu di Kota Pekalongan. Ia mengatakan, masyarakat yang kebetulan jalan yang ada di depan rumahnya digunakan sebagai jalur alternatif untuk tidak melakukan pemungutan liar atau sumbangan lainnya kepada para pemudik kendaraan."Kami berharap masyarakat tidak melakukan perbuatan yang bisa mengganggu kelancaran dan keselamatan pengguna jalan," katanya.



#TMIC 2008#

Read more.....